
SFI crew
Mungkin, dua bulan merupakan waktu yang singkat untuk bisa mengenal pribadi masing-masing kalian, tapi dua bulan sejak aku menjejakkan kakiku disini, di sebuah tempat (katakanlah perusahaan), sebuah rumah yang mengatasnamakan dirinya Software Farmer Indonesia, Aku seolah menemukan sebuah keluarga baru dalam rentang waktu petualanganku dari satu perusahaan ke perusahaan lainya. Tentu, adalah merupakan kehendak Allah SWT jika akhirnya aku mengenal kalian, berjabat tangan dan saling mengatakan sebuah nama, lalu bersenda gurau hanya untuk mencairkan suasana, dan akhirnya menjadi sebuah proses yang mengalir dari sebuah bentuk lingkungan pekerjaan.
Sungguh, bukan perkara mudah untukku berbaur dengan lingkungan baru. Perlu adanya proses waktu dan suasana yang mendukung untuk menjadikan semuanya menjadi sebuah rutinitas. Dan disini, kurasa aku tak membutuhkan waktu yang lama untuk proses itu. Karena kalian teramat sangat memberi ruang untukku (katakanlah) berekspresi atas kegilaanku
Bukan maksud untuk melebih-lebihkan, tapi yang jelas, dari sejumput kisah yang terlewati, aku selalu menyempatkan diri untuk bisa memetik pelajaran berharga dari setiap pribadinya. Dari mulai sesuatu yang mungkin dianggap kecil sampai sesuatu yang memang terlihat wujudnya. Dari hanya sekedar obrolan biasa, guyonan, celetukan, hingga tingkah laku. Dan dari situ pula, sedikit demi sedikit aku bisa memahami setiap pribadinya.
Diakui atau tidak, kalian telah memberi warna tersendiri untuk sepenggal perjalanan hidupku. Kalian telah menjadi motifator sesungguhnya bahwa hidup memang penuh warna, bahwa hidup memang harus ada keragaman, dan bahwa hidup adalah untuk terus belajar dan belajar akan hal baru, dari siapapun itu. Kurang bijak jika kiranya kita harus menilai orang hanya dari sisi luarnya saja, tanpa pernah menyentuh sisi peka dari kedalam hati yang jelas-jelas tak pernah bisa tergantikan kejujurannya. Terkadang, kalian pulalah yang menjadi inspirasi dalam setiap pilihan yang kuambil dalam mengeksekusi karya-karyaku. Dan kuharap, semua ini tidak terlalu berlebihan.
Kemarin, hari ini, dan nanti, semoga selalu ada kesempatan untuk kita saling berbagi. Entah itu senyum, doa, tali silaturahmi, atupun hal-hal lainnya yang membuat kita saling menghargai. Terimakasih banyak untuk semangat, kedewasaan, cinta, senyum, tawa, dan semuanya. Semoga kita bisa berkumpul kembali dalam suasana yang benar-benar baru dalam segala hal setelah hari kemenangan tiba.
Untuk keluarga besar Software Farmer Indonesia (tentu tanpa harus menyebut satu persatu) secara pribadi dari hati terdalamku, Selamat hari raya idul fitri, Mohon maaf lahir dan batin. Tak ada yang lebih indah dari uluran jabat tangan kita, lalu saling berlapang dada memaafkan segala bentuk kesalahan, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, baik yang terasa ataupun yang tidak terasa.
terimakasih
wassalam


subhanallah akhirnya ku temukan keluarga baruku,disini. tararengkyu utk smua tawa, canda n sgl kegilaan yg sllu x’an buat. nuhun nyak utk slalu mnjaga adek satu2ny yg paling cantik ini d kntor he,. kalian adalah kakak2ku yg terbae^_^.
dah ah,. commentny sgtu aj, bingung ntr mlah kegeeran lagi yg punya blog:)
Just want to say.
I love you all my new family.
Let’s be better and better.
Ya, nak. Met idul fitri juga, saya sebagai orang tua juga merasa banyak mendzolimi kalian, jadi ya mohon maaf juga. dan pastinya maafku untuk kalian. (sikap bijaksana mode on)
hihihihihiyyy emang seniman itu suka gila-gilaan dan terkadang inspirasi sering dijumpai disana, betul ga bos???, hehehe menurutku sih, yang jelas diri pribadi mengucapkan insya Allah dijamin yakin tulus mohon maaf lahir bathin segala tingkah dan paripolah, ucapan yang tentunya dalam kadar kedzaliman pribadi mohon maaf!!! mohon maaf!!! karena diri pribadi masih labil dan sering mendzalimi baik sadar maupun tidak sadar, sakitu weh kang
‘klontang..klontang..klontang…’ suara gembok besi luar seolah2 ada yang menggerak2an.
“Fit…kayaknya ada orang di luar…” Ujar Si Boss Besar.
‘oh iya,mas..biar saya saja yang mbuka pintunya…’ Hafit menjawab dengan begitu sopannya.
Dengan kecepatan di atas rata2..Hafit pun berjalan (*gubrak..?!! kirain larii hehe..) menuju lantai atas (ini aslinya lantai 0 ‘nol’ : kan kalau pakai koordinat matematik, turun akan bertanda minus (-) … jadi kantor kita itu ada 3 lantai, 0, -1, -2 hhee..
Hafitpun mengintipnya melalui tirai jendela..’oh,memang ada orang…(kirain bukan orang hehe)’ begitu katanya dalam hati.
‘Maaf mas,sudah lama ya…?’
“oh tidak apa-apa…”
Kalau tidak salah begitu kira2 dialog yang terjadi saat Hafit bertemu dengan orangnya..sambil membukakan pintu pagar luar,Hafitpun mempersilahkan orang itu masuk.
‘Silahkan Tunggu sebentar mas,Saya panggilkan Pak Dimasnya..’ Kembali Hafit berkata2 kepada orang tersebut.
“Pak Dimas,ada tamu di atas..”
‘oh,iya Fit..suruh tunggu sebentar..’ Si Boss yang sedang mrogram segera mengemasi perabotannya dan segera menuju ke atas..(eh,tapi kayaknya lama deh nunggunya di atas…haha)
Lama…
Waktupun berlalu….
Orang yang dibukakan pintu oleh hafit ternyata seorang Master Desainer..dengan segudang pengalaman dan kapabiliti..yang akhirnya…..
kapabiliti itu nantinya akan menghasilkan produktivitas…
nah..produktivitas ini..ini tidak mungkin bisa ada kalau orang itu tidak memiliki kapabilitas..dan kapabilitas ini tidak mungkin ada tanpa adanya good habitt…
good habit..ini tidak akan ada kalau orang itu tidak punya Obsesi…obsesi ini..dia tidak akan ada kalau di awal dia tidak termotivasi…nah,..orang akan punya motivasi saat orang itu memiliki paradignma yang jelas…yang memiliki cita2 sukses…..
(*LHO..LHO..LHO..INI KOK LARINYA KE OMONGAN SI BOSS SAAT RAPAT SORE SORE hahahahahaahha….)
shihi..ini cuman prolog dari comment saja pak Bambang ^0^ piss
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar
Terbang bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentram bersamamu
Bersamamu
ini juga bukan kommentnya…
ini lagunya iwan Fals yang ‘kemesraan’
untuk komentar,cooming soon …
just this my comment :
English :
I am very affected …. after reading your artikel…
Thank’s a lot to the big family of Sofware Farmer Indonesia
Becouse of you, i have kindly and funny friends …
we hope Allah SWT RECONVENE us in his LOVE
Arabic :
Ana uridu an dzarofa … ba’da qaraa majallatuka…
Jazaakallahu khairan ila hadihi usrhatul akbarah
Liannaka, ingdii shadiqatun aksarun
nad’u ilallah swt, yajmauna fi rahmatihi ya’ni jannatuhu..
AMIN
Numpang NUlis ya …..
Mas Bams, kenal orang ini pasti tidak jauh dengan dunia pornografi eh salah, maksudku dunia fotografi and dunia pendesaian. Perkenalan pada pandangan pertama kalo gak salah dimulai pada bulan ke 7 tahuna 2008. Mungkin di lingkungan kantor orang yang paling terkahir berkenalan dengan ms bams ini, kemungkinan besar adalah aku. Waktu itu ada kerjaan, yang mengharuskan aku meninggalkan kantor dalam waktu yang relatif lama. Eh, pas pulang ternyata ada new crew SFI yang baru. Akhirya … kenalan juga sama mas Bams.
Benar juga, perumpamaan yang menyatakan Dunia ini luasnya bagaikan daun kelor ( benar gak ya permumpamannya …..). satu waktu pas ngobrol sama mas yang ini, ngobrol ngaler-ngidul ternyata mas bams juga temenan sama temen ku juga. He2 x………………
Oh ya mas bams, aku mo ngucapin minal aidzin walfaidzin aza ya, mohon maaf lahir dan bathin. Kalo ada salah kata and prilaku mohon utuk dimaafka .
Maju terus dunia Pendesainan Indoensia and SFI, GO …….
Maju terus dunia Pendesainan Indoensia and SFI, GO …….
indoensia = indunsia..
negara mana tuh..??
mas okhas teroris jangan2…
awas..hati2 lho mas bembi dengan orang yang satu itu…
oh iya ya…kok okhas nulisnya Indoensia???
jangan-jangan… saya jadi meragukan nasionalismenya hehehe…
bukan mas..
dia lagi naksir sama mpok hindun mungkin…
itu tu..yang kerja di rumah pak RT..
kan janda muda…
Oh itu biasa mas, aku biasa salah ngetik kok. Itmah dah kebiasan orang sunda, he2x ….
tuh kan salah ketik lagi, sory brothir
“gpp lagi khas…ntanyei aja…itumah kebiasaan ngetik kayaknya…ato jangan2 malah ga bisa ngetik lagi hehehe”